Membuat Homemade Hand Sanitizer Sesuai Standar WHO

Saat ini dunia sedang dilanda wabah dari virus corona dengan total kasus lebih dari 1,3 juta manusia yang telah terinfeksi di seluruh dunia. Virus ini tidak mengenal strata sosial maupun usia. Seluruh kalangan bisa terinfeksi, dari yang muda hingga yang tua. Dari penjual cilok keliling hingga penggiat politik elite. Di Indonesia sendiri, angka kematian dari virus ini telah melewati angka 200 jiwa, dan masih terus bertambah. Pemerintah kita telah menerbitkan kebijakan-kebijakan strategis untuk menanggulangi fenomena ini, seperti mewajibkan penggunaan masker hingga ditetapkannya karantina wilayah. Menghadapi keadaan ini, sebagian masyarakat Indonesia juga mulai melakukan panic buying. Rasa takut yang berlebihan ini membuat stok makanan mulai menipis, dan bahkan, keberadaan handsanitizer yang cukup penting sudah mulai menghilang di kota-kota tertentu. Oleh sebab itu, cara membuat hand sanitizer rumahan atau homemade handsanitizer cukup penting untuk dipelajari.

Menurut berbagai ahli kesehatan dan virologi dari WHO, penggunaan handsanitizer memang tidak perlu diprioritaskan dan tidak bisa digunakan untuk menggantikan proses mencuci tangan dengan sabun. Namun bagi sebagian besar masyarakat yang masih harus keluar rumah untuk keperluan darurat seperti bekerja shift, berbelanja bahan pokok, atau bertemu dengan client yang amat penting, tentu keberadaan hand sanitizer menjadi kebutuhan primer. Saat disinfektan yang biasa digunakan di tangan ini mulai menipis, artikel ini akan menunjukkan bagaimana cara membuat hand sanitizer yang aman dan dengan cara yang sederhana.

Hand sanitizer dengan bahan utama alkohol dengan kadar tertentu diketahui cukup efektif dalam menonaktifkan beragam mikroorganisme dan virus yang berbahaya di tangan. WHO, sebagai Lembaga kesehatan tertinggi dunia telah merekomendasikan dua formula sederhana yang dapat diaplikasikan dalam membuat hand sanitizer aman rumahan, dengan mempertimbangkan faktor logistik, ekenomi, keselamatan, budaya, hingga agama.

Berikut caranya membuat 50 mL hand sanitizer:

  1. Hand sanitizer berbasis 80% ethanol

Formula pertama ini dianjurkan untuk mendapatkan konsentrasi akhir v/v dari etanol 80% : gliserol 1.45% : hydrogen peroksida 0.125%. Langkah pertama adalah dengan menambah 835 mL ethanol 96% ke dalam labu ukur atau gelas dengan ukuran 1000 mL. Kemudian tambahkan larutan 3% hidrogen peroksida sebanyak 41 mL, dan 14 mL gliserol 98% ke dalam labu ukur tersebut. Langkah berikutnya adalah menambahkan air suling atau air yang telah direbus dan didinginkan hingga larutan total menjadi 1000 mL. tutup labu dengan rapat dan kemudian kocok secara lembut untuk mendapatkan larutan yang tercampur secara sempurna. Hand sanitizer siap digunakan setelah dipindah ke tempat yang lebih layak.

  1. Hand sanitizer berbasis 74% isopropyl alkohol (IPA)

Formulasi kedua didesain untuk menghasilkan konsentrasi larutan berupa 75% IPA : 1.45% gliserol : 0.125% hidrogen peroksida. Berbeda dengan larutan pertama, pada larutan kedua kita menggunakan bahan pokok berupa IPA dengan kemurnian 99.8%. Langkah pertama dimulai dengan mencampur 751 mL IPA 99.8%, 42 mL hidrogen peroksida 3%, dan 14.5 mL gliserol 98% pada labu takar 1000 mL. Isi labu tersebut dengan air suling atau air rebusan yang telah didinginkan dengan hingga volume mencapai 1000 mL. Tutup dengan rapat, dan kocok secara halus hingga seluruh larutan tercampur. Hand sanitizer siap untuk digunakan setelah dipindahkan ke botol yang lebih kecil.

Semua bahan tersebut bisa didapatkan di toko kimia dengan mudah, tanpa harus menunjukkan surat rekomendasi. Perlu diketahui bahwa alkohol menjadi komponen aktif dalam formulasi tersebut. Oleh sebab itu, alkohol dengan kemurnian tinggi sangat dianjurkan dalam pembuatan hand sanitizer rumahan ini demi menjaga efektivitasnya. Kemudian, penambahan zat-zat lain harus didiskusikan terlebih dahulu oleh orang yang ahli kimia dikarenakan dapat mengganggu fungsi dasar dari homemade handsanitizer tersebut.